by smancmbbs smancmbbs No Comments

Hari ini Rabu, 2 Mei 2018 masyarakat di seluruh Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional dan merupakan peringatan hari lahirnya Ki Hajar Dewantara, seorang tokoh dan pelopor pendidikan pada masa kolonalisme Belanda. Beliau lahir pada 2 Mei 1889.

Ki Hajar Dewantara menjadi Bapak Pendidikan karena kegigihanya dalam menentang kolonialisme Belanda dan kerja kerasnya dalam membangun pendidikan di Indonesia pada masa itu. Salah satu upaya beliau dalam membangun dunia pendidikan ialah mendirikan sebuah lembaga pendidikan (sekolah) yang disebut Taman Siswa pada tahun 1922.

Taman Siswa adalah nama sekolah yang didirikan oleh Ki Hadjar Dewantara pada tanggal 3 Juli tahun 1922 di Yogyakarta (Taman berarti tempat bermain atau tempat belajar, dan Siswa berarti murid). Pada waktu pertama kali didirikan, sekolah Taman Siswa ini diberi nama “National Onderwijs Institut Taman Siswa”, yang merupakan realisasi gagasan dia bersama-sama dengan teman di paguyuban Sloso Kliwon. Sekolah Taman Siswa ini sekarang berpusat di balai Ibu Pawiyatan (Majelis Luhur) di Jalan Taman Siswa, Yogyakarta, dan mempunyai 129 sekolah cabang di berbagai kota di seluruh Indonesia. (wikipedia)

SMAN CMBBS melaksanakan apel atau upacara penaikan bendera sebagai bentuk peringatan Hari Pendidikan Nasioanal. Dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2018 ini mengambil tema “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”.

Kepala Sekolah selaku pembina upacara menyampaikan pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mudhajir Effendy  pada saat menyampaikan amanat. Sesuai tema HARDIKNAS tahun ini, Menteri Pendidikan mengharapkan agar Hari Pendidikan tahun 2018 ini dijadikan momentum untuk merenungkan hubungan erat antara pendidikan dan kebudayaan sebagaimana tecermin dalam ajaran, pemikiran, dan praktik pendidikan yang dilakukan oleh Ki Hadjar Dewantara.

“Peringatan Hari Pendidikan Nasional kali ini juga kita jadikan momentum untuk melakukan muhasabah, mesu budi, atau refleksi terhadap usaha-usaha yang telah kita perjuangkan di bidang pendidikan. Dalam waktu yang bersamaan kita menerawang ke depan atau membuat proyeksi tentang pendidikan nasional yang kita cita-citakan,” tulisnya dalam pidato tersebut.

Ia menambahkan pendidikan juga harus menyiapkan tenaga technocraft, tenaga terampil dan kreatif, yang memiliki daya adaptasi tinggi terhadap perubahan dunia kerja yang kian cepat dan memiliki kemampuan berpresisi tinggi untuk mengisi teknostruktur sesuai dengan kebutuhan. (af)

Leave a Reply